Aves: Klasifikasi, Ciri-ciri, Organ Gerak, Sistem Pencernaan dan Pernapasan


Mungkin kata Aves masih asing didengar beberapa diantara kita. Namun jika disebut satu kata “BURUNG”, pasti semua orang tahu, mengenal, pernah melihat dan bahkan kebanyakan orang memelihara hewan yang satu ini.


Aves atau burung yang kamu kenal tidak semata-mata sebatas burung saja. Ayam bebek, angsa, juga termasuk kedalam kelompok aves atau burung. Diperkirakan terdapat sekitar 8.800 – 10.200 spesies atau kelas Aves di seluruh dunia.


Negara Indonesia sendiri memiliki sekitar 1.500 jenis atau kelas aves. Nah, tidak perlu berlama-lama lagi untuk mengenal hewan aves ini. silahkan disimak artikel berikut.


Apa itu Aves?

 Aves adalah burung dan burung adalah aves. Hewan Aves adalah hewan memiliki tulang belakang dan juga merupakan hewan vertebrata yang memiliki bulu serta sayap. Perlu kamu pahami bahwa bulu dan rambut itu berbeda. Bulu pada hewan aves berasal dari kulit yang merupakan modifikasi sisik, seperti yanga ada pada hewan reptil.


Bulu pada hewan aves membantu dalam penyesuaian terhadap lingkungannya. Fungsi bulu pada hewan vertebrata yang satu ini juga  sebagai pembentuk sayap, sehingga kebanyakan dari aves memiliki kemampuan untuk terbang dengan jarak tempuh yang berbeda-beda.


Hewan aves memiliki persamaan dengan hewan mamalia, yakni sama-sama berdarah panas, dapat bernapas dengan paru-paru, beberapa dari kelompok aves hidup menetap dan sisanya berpindah-pindah (migrasi).


Klasifikasi Aves

Aves merupakan nama ilmiah dari burung dan memiliki klasifikasi ilmiahnya sendiri. Berikut klasifikasi Aves:


Superkerajaan: Eukaryota

Kerajaan: Animalia

Filum: Chordata

Upafilum: Vertebrata

Superkelas: Tetrapoda

Kelas: Aves


Ciri ciri Hewan Aves

Aves atau burung merupakan hewan vertebrata yang memiliki bentuk tubuh khas. Berikut ciri ciri hewan aves:


1. Tubuh terdiri atas bagian kepala (caput) dan leher panjang (collum/cervix), yang mudah digerakkan ke berbagai arah, umumnya dilindungi oleh bulu-bulu halus.

2. Mulut yang mempunyai paruh, dibangun oleh maxilla pada bagian atas dan mandibulla pada bagian bawah.

3. Pada bagian atas paruh terdapat lubang hidung yang terdiri dari nares interna pada bagian dalam dan nares externa pada bagian luar.

4. Pada paruh bagian atas terdapat suatu tonjolan kulit lunak yang disebut dengan cerome.

5. Mata (organon visus), mempunyai ukuran yang cukup besar dan terletak di sebelah lateral dari kepala. Mata burung dilengkapi dengan iris yang berwarna agak jingga ke merah-merahan. Selain itu, pada mata juga terdapat pupil yang bentuknya relatif besar. 

6. Pada bagian belakang terdapat porus acusticus externus atau lubang telinga luar. Kemudian ada membrana tympani di bagian dalamnya yang berfungsi sebagai penangkap getaran suara.

7. Badan (truncus) yang ditumbuhi oleh bulu-bulu indah. Kemudian ekor yang bentuknya pendek, dikenal dengan nama uropygium.  Pada uropygium bagian dorsal terdapat kelenjar minyak yang disebut glandula uropygialis yang berfungsi untuk meminyaki bulu-bulu agar tetap mengilap.

8. Bangsa burung terbang menggunakan sayap dan berjalan menggunakan kaki. Ekor burung berfungsi sebagai pengendali saat terbang.

Selain memiliki ciri pada bentuk tubuh, hewan yang satu ini juga memiliki ciri-ciri umum yang bisa dengan gampang kamu lihat dan pahami. Berikut ciri ciri aves secara umum.

1. Mempunyai sayap untuk terbang

2. Bernapas dengan paru-paru

3. Punya pundi-pundi udara yang berfungsi untuk menyimpan udara pada waktu terbang

4. Berdarah panas

5. Mempunyai suhu tubuh yang tetap

6. Berkembang biak dengan bertelur

7. Pembuahan terjadi di dalam induk betinanya (internal)


Organ Gerak Pada Aves

Seperti yang kita ketahui, sebagian besar aves atau burung berpindah dari satu tempat ketempat lain dengan cara terbang. Namun tidak semua kelas aves memiliki kemampuan untuk terbang. Organ gerak pada aves yang dapat terbang terdiri dari sepasang kaki dan sayap. Sementara kelas aves yang tidak dapat terbang memiliki organ gerak hanya berupa kaki.


Bukan berarti aves yang tidak terbang tidak memiliki sayap. Hewan tersebut tetap memiliki sayap, namun fungsinya tidak untuk terbang. Sekalipun dapat melayang diudara, itu dikarenakan kelas aves yang tidak terbang ini melompat dari ketinggian. Sayapnya dibentangkan hanya untuk memperlambat sampai ke permukaan tanah, dengan kata lain menghindari benturan yang keras.


Sistem Pencernaan Aves

Hewan aves memiliki 2 bagian pada sistem pencernaannya, yaitu saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Berikut urutan saluran pencernaan pada hewan aves atau burung.

1. Paruh: modifikasi dari gigi.

2. Rongga mulut: terdiri dari rahang atas yang menjadi penghubung antara rongga mulut dengan tanduk.

3. Faring: yang berwujud saluran pendek

4. Esofagus: pada aves ada pelebaran di bagian ini yang disebut tembolok. Tugasnya sebagai tempat untuk menyimpan makanan yang bisa diisi secara cepat.

5. Lambung terdiri atas:

a. Proventrikulus (lambung kelenjar): banyak yang menghasilkan enzim pencernaan, dinding ototnya sangat tipis.

b. Ventrikulus (lambung pengunyah atau empedal): ototnya memiliki dinding yang tebal.

c. Pada burung yang memakan biji – bijian terdapat kerikil serta pasir yang tertelan bersamaan dengan makanan. Hal tersebut bermanfaat guna membantu pencernaan yang disebut sebagai ” hen’s teeth”,

d. Intestinum: terdiri dari usus halus serta usus tebal yang bermuara di kloaka.

6. Usus halus di burung terdiri atas duodenum, jejunum serta ileum.

7. Kelenjar pencernaan burung mencangkup: hati, pankreas, serta kantung empedu.


Dari urutan saluran pencernaan diatas, ada burung yang tidak memiliki kantung empedu, yaitu burung merpati.


Sistem Penapasan Hewan Aves

Aves atau burung dapat bernapas menggunakan paru-paru dan kantong udara. Kedua alat pernapasan pada hewan vertebrata ini saling berkaitan. Berikut sistem pernapasan pada burung atau aves secara singkat.


Trakea (tabung memanjang dari hidung ke tenggorokan) – bronkus – paru-paru – kantong udara.


Kantong udara disebut juga saccus pneumaticus. Dimana kantong udara ini memiliki fungsi sebagai:


1. Tempat menyimpan cadangan udara.

2. Membantu pernapasan saat burung terbang.

3. Memperkecil massa jenis burung saat terbang.

4. Membantu proses termoregulasi (pelepasan panas berlebihan pada burung).


Contoh Hewan Aves

Berikut beberapa contoh hewan aves:


1. Belok sawah (Ardeola speciosa)

Contoh hewan aves yang satu ini sering ditemukan didaerah persawahan dan suka memakan ikan-ikan kecil. Belok sawah sering melakukan migrasi.


2. Polemaetus Bellicosus

Berikutnya adalah contoh hewan aves yang memiliki ukuran besar, seperti burung elang  yang memiliki habitat di Sahara, Afrika. Untuk panjang tubuh elang ini mencapai 78 – 96 cm, dengan berat kira-kira 3 – 6,2 kg. Untuk lebar sayapnya kurang lebih 188 – 260 cm.


3. Haliaeetus Albicilla

Untuk contoh hewan aves selanjutnya adalah hewan vertebrata yang juga berukuran besar dan juga merupakan pemangsa. Haliaeetus Albicilla masih berkerabat dengan Bald Eagle. Untuk panjang tubuh hewan ini kira-kira 66 – 94 cm dan lebarnya 1,78 – 2,45 cm.


4. Aquila Verreauxii

Contoh hewan aves selanjutnya merupakan burung elang juga. Jenis burung elang yang satu ini termasuk elang terpanjang keenam di dunia. Panjang tubuhnya mencapai 75 – 96 cm. berat elang jantannya kira-kira 4,2 kg dan berat betinanya mencapai 4,19 kg.


5. Haliaeetus Leucocephalus

Ukuran tubuh tubuh betina aves yang satu ini 25% lebih besar dibandingkan jantannya. Panjang tubuhnya mencapai 70 – 102 cm, dengan berat 3 – 6,3 kg dan lebar sayapnya kurang lebih 1,8 – 2,3 m.


6. Pithecophaga Jeffery

Apakah kamu tahu ada aves yang menjadi pemangsa hewan monyet? Hewan aves tersebut adalah pithecophaga Jeffery. Burung langka yang berasal dari Filipina ini termasuk kedalam family accipitridae.


7. Haliaeetus Pelagicus

Contoh hewan aves yang satu ini bisa dijumpai di wilayah Asia Timur. Burung ini termasuk kedalam kelompok pemangsa di pesisir pantai.


8. Aquila Chrysaetos

Penyebaran Aquila chrysaetos dimulai dari bumi bagian utara dan ketempat jauh yang bisa dijangkau.


9. Harpia Harphyja

Selanjutnya harpia harphyja yang berasal dari Amerika, dengan panjang 86,5 – 107 cm dan beratnya mencapai 6 – 9 kg.


10. Aquila Audax

Contoh hewan aves terakhir adalah Aquila audax yang berasal dari Australia. Namun di Indonesia, kita juga bisa menemukan Aquila Audax di Papua Nugini.

Komentar

Postingan Populer